Wednesday, August 13, 2008

TEH PENGHAPUS LUKA

This is my now, and I am breathing in the moment.
Because I look around
I can’t believe the love I see.
My fears behind me, gone are the shadows and doubts
That was then, this is my now.” (This is my now, Jordin Sparks)

Aku lupa sejak kapan jatuh cinta pada teh. Teh beraroma vanilla yang biasa kuminum pagi atau sore hari dan terbukti meredakan ketegangan pada syaraf-syaraf di tubuhku. Aku menganggapnya sahabat karena ia menemaniku di saat-saat sulit dan tertekan. Aku bisa menangis bersamanya dan ia bisa mencairkan suasana hatiku yang beku.

Seperti sore itu, aku mengingat-ingat lagi peristiwa yang kualami malamnya. Dimana seseorang dari masa lalu yang benar-benar melukaiku dengan sangat teramat dalam mencoba menghubungiku lagi. Tadinya aku mencoba mengelak tapi aku merasa perlu untuk mengingatkannya lagi. Dan hal yang membuatku sangat pedih adalah perasaannya yang tanpa merasa bersalah telah melukaiku. Tanpa merasa malu ia mencoba bersikap manis dan menamyakan kabarku. Kenapa sih Ia begitu ngotot untuk berbicara denganku? Aku sudah mencoba mengingatkannya untuk tidak mengingatku dan menggangguku lagi. Ia ternyata keras kepala. Sampai kapan aku harus merasa terganggu dan kuatir seperti ini? Apa dia belum puas menyakitiku? Tapi kenapa? Kenapa dia harus sakit hati, sementara pengakuannya padaku Ia sudah bahagia dengan orang yang Ia cintai? Membingungkan.

Mungkin kisah ini belum apa-apa. Dimana tak ada tempatku berbagi kasih dengan seseorang yang aku kasihi dan aku merasa tenteram tanpa gangguan bila di dekatnya? Aku belum bertemu orangnya sampai saat ini. Orang-orang yang aku temui ternyata bermasalah semuanya. Hal yang membuat kesedihanku semakin nyata.

Dan teh yang kuseduh sore itu kesesap tanpa beban. Aliran kehangatannya membuat gundahku hilang dan aku bisa bernafas lega karenanya. Entah apa lagi kesulitan yang akan datang di depanku, sesuatu hal yang membuat kepalaku sakit berdenyut-denyut dan membuat jantungku sulit untuk memompakan darah ke otakku. Apapun itu, teh vanilla itu membuat aku tenang.

Posted by Sera in 10:38:15 | Permalink | No Comments »

Friday, August 1, 2008

CINTAKU MENYEBALKAN….

So let me on down ’cause time has made me strong
I’m starting to move on
I’m gonna say this now
Your chance has come and gone and you know..”

(Too little too late, Jojo)

Aku harus menguat-nguatkan hati kalau aku baca artikel tentang amor klik dot com. Maksudnya all abaut love. Di majalah, tabloid, tv dan semua media deh. Habisnya yah, aku udah capek jatuh cinta. Takut kalau aku jatuh cinta lagi aku bakal patah hati lagi, dikecewain, ditinggalin. Mereka nggak tahu sih, cewek tuh kalo patah hati bakalan sediiiihh banget.

Tapi aku salut sama cewek kalo emang dia punya harapan yang positif. Bukan cewek penggoda, yang suka banget ngerebut cowok orang, yang bahagia bikin cewek lain sakit hati n’ ahli dalam menipu, memfitnah n’ bahkan memaki-maki orang. Hiihhh….

Cintaku emang selalu berakhir menyebalkan. Pertama karena orang ketiga. Kedua karena kepribadiannya cowoknya nggak bagus banget. Ketiga, beda keyakinan. Huhhh semuanya emang bikin BT. Brarti emang bener, kisah cintaku nggak ada bagus-bagusnya.

Makanya itu, kadang kalo aku dapat inspirasi tentang cinta aku nggak tahu mau lampiasin ke siapa. Habis emang nggak ada yang pantes mendapatkannya. Yang ada aku malah tambah sedih. Keluar lagi deh airmataku. Huhuu…

Hidup emang proses, kisah-kisah itu emang pengalaman yang bikin kita belajar buat menyongsong masa depan. Emang sih aku harus jalanin n’ sebenarnya aku nggak boleh sedih. Merdeka donk ntar mantan-mantanku yang konyol abis tuh. No way!!

Aku harus punya sesuatu biar aku berharga n’ bisa diliat sama orang-orang. Biar mereka merasa rugi buat ninggalin aku walo sedikitpun. But what? I start to think…

Posted by Sera in 06:46:39 | Permalink | No Comments »

HE’S NOT MY TYPE EXACTLY

..But take your time, think a lot

Think of everything you’ve got

For you will still be here tomorrow..”

Seperti apa tipe pria idamanmu? Kalau aja pertanyaan ini terlontar maka kita akan dengan sigap menuturkan apa aja hal-hal menarik yang kita pengenin dimiliki oleh si calon Mr.Right. Kaya aku nih sampai harus me’list tipe pria idamanku. Seperti berikut ini:

  • Kristen

  • Rajin berdoa dan ke gereja (lahir baru)

  • Tinggi dan berat badan proporsional (di atas 170 cm)

  • Kalau memungkinkan, sixpacs (looks like Samuel Rizal)

  • Rajin olahraga (+ keren kalo bisa beladiri, futsal, catur n bilyar)

  • Nggak merokok (kalau merokok juga nggak parah-parah amat lah_1 bungkus buat 1 bulan)

  • Nggak suka minum apalagi gambling

  • Bisa maen gitar, lebih bagus kalau punya suara keren

  • Fashionable

  • Karena pengennya Batak, jadi dia harus gape ngomong Batak, ngerti tarombo n adat

  • Suka musik, punya wawasan luas n komunikatif

  • Ngerti komputer (software n hardware) + internet

  • Humoris, PD tapi bukan TP2

  • Perhatian

  • Romantis

Paduan sifat-sifat itu adalah..

Samuel Rizal, Agus Yudhoyono, Choky Sitohang, Once Dewa

Hahaha…aku aja kadang geli melihat daftar konyol itu. Dimana aku bisa ngedapetin itu coba? Kenyataannya aku cuma pernah dapat sebagian dari tipe yang ada di daftar itu. Tapi menurut serial ‘Sex and The City’, kita harusnya nggak boleh skeptis dalam memilih tipe si Mr.Right karena dengan skeptis kita akan melewatkan seseorang yang mungkin saja adalah Mr.Right yang kita tunggu-tunggu.

Ya mungkin aku harus lebih terbuka, siapa tahu aku bukan ketemu yang sixpacs melainkan yang cungkring abis. Atau mungkin aku ketemu yang tegas bukan yang humoris. Dan mungkin saja aku ketemu ilmuan bukan seniman. Hehe…

Posted by Sera in 06:44:46 | Permalink | No Comments »

Thursday, July 17, 2008

BLESSING

Ngomongin soal berkat kayaknya kok indah banget. Dengan berkat segala sesuatu yang kita lakukan akan berhasil dan kita akan mendapatkan kesuksesan yang gilang gemilang. Selama ini mungkin kita cuma tahu berkat yang dari Tuhan alias Jehovah alias Jahweh karena kita selalu rajin memintanya lewat doa baik itu pagi, siang dan malam. Tapi ternyata berkat nggak cuma sekedar itu saja. Kita sebagai manusia tulen 100% juga bisa banget memberkati orang lain. Jadi gimana caranya?

Berkat yang aku dapatin dari orang adalah bentuk harapan positif yang akan menyertai hidup kita. Misalnya seperti kata-kata, ‘semoga berhasil’, ‘semoga cepat dapat jodoh’ atau ‘semoga hidupmu bahagia’. Kalau dihitung-hitung, berkat-berkat yang seperti itu tuh bahkan udah nggak keitung lagi saking banyaknya. Bayangin aja kita udah sangat familier dengan kata-kata itu sejak kita imut-imut sampai yang udah segede ini.

Hal yang kita dapatkan ketika kita mendapat berkat adalah aliran positif. Kita akan berubah menjadi sosok yang memiliki harapan dan optimisme. Bahkan kata-kata yang cuma sepenggal kata-kata itu akan meninggalkan kesan yang dalam dan bermakna. Dan percaya saja, kata-kata itu bisa mengubah hidup sampai puluhan bahkan ratusan derajat.

Aku ingat saat-saat aku diberkati. Pertama pasti ketika aku mendapat selamat karena kelahiranku yang sehat ke dunia dilanjutkan dengan berkat pembaptisan, ulangtahun (thank God hari ini aku masih sehat dan bernafas), lalu konfessi alias pengakuan iman dan berkat melalui moment-moment keluarga.

Pemberian berkat yang aku alami dan aku ingat adalah ketika pada tahun 2004 aku diberangkatkan oleh BT/BS Medica untuk bertempur di SPMB dalam merebut satu bangku PTN. Aku memang disarankan untuk ikut ibadahnya biar aku belajar untuk menyerahkan seluruh kemampuan dan kekuatanku ke dalam tangan Tuhan. Aku dan peserta SPMB yang lain diberikan ‘boras si pir ni tondi’. Tradisi Batak berupa penyemburan beras yang sudah didoakan. Beras itu akan disemburkan ke atas kepala kami dan merupakan berkat dari seluruh tentor/pengajar, staff dan orangtua yang sudah membimbing kami selama persiapan SPMB sambil mengucapkan ‘pir ma tondim!’. Terlihat lucu. Tapi ternyata doa itu memberikan aku satu tempat duduk di PTN.

Berkat lain adalah oleh Oppungku. Beliau memang sudah tua jadi beliau merasa perlu memberkati semua cucunya sebelum Ia meninggalkan dunia ini. Aku kebetulan pahompu panggoaran (Namaku dijadikan sebagai nama panggilan Oppungku berhubung aku adalah anak pertama dari anak laki-laki pertama keluarga itu). Jadi kalau namaku Sera, Ayahku akan dipanggil Bapak Sera dan Oppungku, Oppung Sera. Itu juga gelar yang akan diukir di nisan mereka kelak. Jadi sebenarnya jabatanku cukup keren. Tapi tugasku juga nggak kalah banyak. Karena jabatanku itu aku mendapatkan kesempatan pertama untuk diberkati lalu disuapkan ‘ikan mas na diarsik’ (ikan mas yang dimasak sedemikian rupa dan dipakai untuk acara adat).

Berkat-berkat itu membuat aku punya harapan dan keyakinan akan meraih sukses suatu saat nanti. Aku memang baru melangkah seperti langkah pertama seorang anak yang berhasil belajar jalan. Aku mungkin akan menangis dulu, ketakutan yang berlebihan dan kuatir. Tapi apapun itu, orang-orang yang mencintaiku sudah memberkati aku. Aku hanya tinggal menantikan berkat itu hadir dan nyata di dalam kehidupanku. Untuk itu aku pun tak kan berhenti memberkati orang lain dengan mengucapkan ‘selamat pagi’ dan ‘semoga berhasil’.

Posted by Sera in 06:04:02 | Permalink | No Comments »

Friday, July 11, 2008

Va Dova Ti Porta Il Cuore

Va Dova Ti Porta Il Cuore

(Pergilah Ke Mana Hati Membawamu)

 

Dear,

Pernahkah kau menemukan kata-kata indah dan bermakna lalu segera kau abadikan? Hari itu aku menemukannya. Aku berjalan menyusuri deretan rak buku di Gramedia dan memperhatikan judul-judul buku yang tertera di sampulnya. Langkahku terhenti saat mataku tertuju pada satu buku ( hanya tinggal satu buku), sampulnya lusuh. Sepertinya sudah cukup banyak orang yang membolak-baliknya. Sampulnya juga sudah berubah warna, jelas bukan buku baru. Yang membuatku tertarik adalah judulnya, Va Dova Ti Port Il Cuore (pergilah ke mana hati membawamu). Sekilas judulnya menyentuh, jenis real story yang ditulis penulis Jepang. Aku lupa namanya. Tapi aku sempat membaca ulasannya. Kata-kata itu adalah nasehat seorang nenek pada cucunya yang sedang dalam pencarian jati diri. Ia gundah dalam hidupnya sekaligus cintanya.

 

Kata-kata yang hampir sama juga pernah kudengar dari sahabatku sendiri. Saat itu aku sedang ragu dengan kisah cintaku (terdengar dramatis tapi memang iya). Hehe..Hubunganku dengan seorang ‘Mars’ sudah terjalin selama setahun dan banyak sekali intrik dan masalah di dalamnya. Aku hampir saja lelah dan menyerah sampai aku harus berdoa khusus dan puasa untuk meneguhkan hatiku. Sahabat-sahabatku yang menjadi tempat curhatku selama ini cukup mengerti. “Ser, ikutin kata hatimu. Cinta sejatimu akan kau dapati di tempat yang aman.” Itu kurang lebih nasehat mereka. Seorang sahabat memang bisa menjadi orang terbijak dalam berbagai perkara karena mereka adalah asisten Tuhan di dunia. Mereka pasti tidak menginginkan sahabatnya menangis terus kan?

 

Akhirnya memang aku menuruti kata hatiku. Sebelum semua berubah menjadi penyesalan yang berat aku meng’cut hubunganku dengan si makhluk ‘Mars’ itu dan menjalani hari-hariku dengan tenang. Perasaanku saat  ini adalah aku merasa sebagai pemenang. Aku sudah memenangkannya karena aku pergi mengikuti hatiku. Va Dova Ti Porta Il Cuore…

Posted by Sera in 08:13:55 | Permalink | No Comments »

Thursday, July 10, 2008

SENDIRI-AN

 

Boleh dibilang aku tipe penyendiri. Kalau lagi sendirian di rumah aku bisa betah tanpa seorang teman pun. Aku bisa nonton, baca, nulis, masak atau merenung sendiri. Pas kuliah dan harus ngekost pun aku betah di kamar terus. Tapi bukan berarti aku nggak suka bersosialisasi lho ya. Memang dibanding teman-temanku yang lain aku nggak begitu sering ngumpul dengan mereka semua. Sampai suatu ketika saat refleksi bersama – sama dengan sahabat-sahabat ‘Kelompok Kecilku’ (Kelompok Penelaahan Alkitab, Sharing n Doa). Mereka bilang, “Lo harus mengurangi berkurung dalam kamar terus, aneh za lo bisa tahan mendekam di dalam berjam-jam!”. Aku tanggapi dengan serius. Habisnya kupikir, suatu saat kami akan berpisah dan ngambil jalan sendiri-sendiri. Nggak ada lagi waktu buat ngumpul-ngumpul bareng. Jadi aku kurangi kebiasaan itu walaupun nggak sampai drastis karena pada dasarnya I enjoy for it.

 

Pernah aku nggak keluar kamar sehari penuh dari bangun tidur sampai tidur lagi. Anak kostan kira aku berangkat pagi-pagi banget dan nggak pulang. Terkejut aja mereka tiba-tiba pagi harinya aku keluar kamar. “Lo dari mana aja?” aku jawab dengan enteng “Nggak kemana-mana, di kamar doang !”. mereka geleng-geleng kepala dan aku cengar-cengir. Mau tahu apa aja pekerjaanku di dalam? Banyak! Bangun pagi, aku SATE (Saat Teduh), nonton TV. Bosen, baca novel (Gone With The Wind-nya Margareth Mitchell) abis itu mandi. Laper, kebetulan aku selalu nyetok snack yang kumakan sambil minum kopi atau teh manis. Laper banget (perutku akan terus menuntut sebelum kuisi makanan berat), aku  masih punya nasi di Magic Com, aku makan aja dengan kerupuk. Bosen, aku dengerin musik dan tidur-tiduran sebentar. Bosen lagi, aku lanjutin baca novel dan menuntaskan novel yang kelewat tebal itu. Liat aja kalo nggak percaya. Abis itu aku nangis, terharu dengan ceritanya lalu tertidur. Bangun deh keesokan harinya. Hehe..

 

Menurutku menyendiri itu penting. Dengan menyendiri, kita bisa belajar mencintai diri kita sendiri dan menghargainya. Kita bisa keluar sendiri dari rutinitas yang terkadang bikin stress dan memanjakan diri sendiri. Ya iya, selama ini kita disibukkan dengan kegiatan ‘memberikan perhatian kepada orang lain’, jadi sudah sebaiknya juga kita memberikan perhatian kepada diri sendiri. Aku pernah melakukannya. Aku pergi ke salon sendiri untuk sekedar creambath, jalan-jalan dan makan/minum tanpa ditemani siapapun. Aku tidak merasa kesepian bahkan seolah-olah aku menemukan sahabatku, jiwaku sendiri yang sering kali kuabaikan.

 

Prinsipku kali ini, nikmati apa yang bisa kau nikmati hari ini. Karena suatu saat, menyendiri akan sangat sulit dilakukan. Apalagi bila kau sudah bekerja, menikah dan punya anak. Hmm..bless my day I’m alone now…

Posted by Sera in 10:09:18 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 8, 2008

Aku dilamar

AKU DILAMAR

 

Kemarin aku diajak menghadiri nikahannya teman sepupuku. Tadinya aku nolak, habisnya temannya itu benar-benar nggak aku kenal. Aneh aja kalo tiba-tiba harus disana, berbaur dengan semua tamu dan ikut berbahagia tanpa sebab. Ya iyalah.. bisa bayangin kan betapa nggak nyamannya aku? Akhirnya aku iyain karena sepupuku menghipnotisku dengan kata-katanya..

”Ser, loe bisa liat-liat ntar gimana acara pernikahan itu. Jadi pas loe nikahan nanti nggak ngerasa aneh lagi..” hiih…siapa juga yang ngerasa aneh, itukan nikahannya aku sendiri, aneh tuh kalo aku nikah dengan orang yang diluar dugaan, yang pas nikahan aja baru ketemu. Tapi nggak mungkin banget, pikirku dalam hati.

“Trus keuntungan laen, loe bisa ketemu dengan banyak orang dan orang baru. Itukan bisa nambah link loe..” Yukk…link apaan? Iya kalo aku punya usaha MLM (Multi Level Marketing) bisa banget jadi keuntungan..seharusnya sepupuku ini bilang, dengan ketemu banyak orang loe bisa nambah teman. Baru deh aku setuju! Terus dia bilang lagi..

“Mungkin aja lho loe ketemu sama orang yang sebenarnya udah Tuhan siapin buat loe di pesta itu!” Emm..bisa aja!! Jadi maksudnya gue nyari jodoh di pesta nikahan orang gituh.. So whatt!! Aku melotot ke sepupuku..

”Emang mesti yahh,,gue harus nyari dia diantara banyaknya orang-orang?? Terus gue nanyain setiap cowok single yang gue temuin (tahu single darimana coba?) Hai..kamu nggak sih orang yang Tuhan siapin buat aku? Konyol banget??!!” Sepupuku sih ketawa, aku cuma diem nggak habis pikir.

“Ya nggak lah Say..Mungkin nanti loe akan ketemu seseorang, kenalan dulu..terus lama-lama jadi deket..Anggi temenku itu ketemu ama cowok yang sekarang jadi suaminya itu juga karena kenalan di pesta nikahannya sahabatnya mereka. Jadi, siapa tahu kalo loe juga punya nasib yang sama seperti mereka kan??”

“Trus, kenapa loe harus mikir kalo harus gue yang ngalamin nasib yang seperti itu, kenapa nggak loe aja?”

“Karena gue udah tunangan, jadi ngapain gue harus mikir bakalan kenalan sama cowok laen lagi di pestanya Anggi? Nah loe kan masih jomblo tu…” JOMBLO…emang kalo jomblo harus cepat-cepat dijadiin yahh? Tragis amat!

“Karena loe jomblo..jadi ya loe cobain aja, siapa tahu berhasil!” Ucap sepupuku tanpa dosa. Ya tanpa dosa, dia nggak tahu kalo aku udah sebel abis. Abis karena aku nyadar, aku nggak seputus asa itu kale..

“Dan yang terpenting Ser, loe harus nemenin gue karena gue nggak ada temen. Benny lagi di Bogor. Loe tega??” Dan wajah sendunya itu yang menghipnotis aku sehingga aku mau. Wajahnya itu bisa bikin aku nurut aja walau sebelumnya aku udah sebel abis. Dan jadilah Rabu itu aku nemenin Nadya ke pesta nikahannya Anggi. Tapi please, motivasinya bukan buat nyari “orang yang udah Tuhan siapin buat aku lohh…” Bukan banget..

 

Ngomong-ngomong soal nikahan pasti diawali dengan lamaran. Jadi kalo nggak dilamar nggak mungkin nikah donk? Yuppzz..

Nah, aku en kelima sahabatku pernah ngobrol-ngobrol sambil minum kopi en snack gituhh..Nggak ingat juga kenapa obrolan tiba-tiba ngeloncat kesana..Mungkin karena dengar lagu “All My Life”nya Kci n JoJo. Heheh..

“Secara gue pecinta kopi, jadi nih yah ceritanya, suatu hari kami ngopi di café githu, trus pas aku mau minum kopi kayak ada yang aneh berdenting-denting di gelas kopi gue. Eh pas gue perhatiin, koq bentuknya bulat. Guess what? Tiba-tiba aja cowok gue nyeletuk, would you marry me? Baru gue nyadar dia udah ngelamar gue dengan cincin yang sengaja dia taro di dasar gelas kopi gue”  Kami screaming habis-habisan sambil bilang “So Sweet!!” Itu lamaran versi Erin, sobat kami yang paling muda en paling kurus. Mungkin dia lebih banyak minum kopi timbang makan nasi.

“Kalo gue nih yahh..kejadiannya pas gue pulang dari kantor githu. Kondisinya pas gue capek banget, loe tahu aja, udah capek plus macet kan? Nah, gue kan selalu diantar jemput cowok gue pake mobilnya. Jadi pas mobil berhenti di tengah kemacetan, cowok gue bilang “Say, tolong bacain iklan yang di billboard donk!!” Gue sebenarnya males, ngapain coba disuruh bacain iklan. Penting githu?? Setengah ogah, gue baca deh iklan berjalan yang ditulis gede-gede di papan billboard jalan yang rame banget itu. Jantung gue hamper copot pas satu demi satu kata-katanya gue baca “Yanti..I Love You..Would You Marry Me!!” Gue masih nggak percaya, tiba-tiba aja cowok gue senyum-senyum dan ngulangin lagi kata-kata percis seperti di papan billboard itu”

“Huuhhhh…..!!” Kami berenam screaming lagi.. macem-macem ajah..Nah yang tadi itu lamaran versi Yanti sobat kami yang paling keibuan, mungkin itu mengindikasikan Ia akan cepat-cepat merealisasikan keinginannya barusan.

”Kalo gue pengen yang lain dari biasanya. Gue tuh pengen momentnya benar-benar di luar dugaan githu. Pas situasinya benar-benar nggak romantis.” Kami semua bengong maksud sobat kami ini gimana yah? Trus dia lanjuti lagi, kami serius  mendengarkan.

“Ceritanya pas suatu hari gue ngebet banget makan gorengan. Jadi dengan senang hati cowok gue nemenin githu. Sekalian ngisi ulang gallon Aqua. Biasanya kan  cowok gue rela ngangkat galon dari warung depan, naik tangga sampai depan kamar gue.”

“Yukkk….” Ujar kami serempak, sobat kami ini biasanya ngelantur-lantur dulu baru ke inti permasalahan.

“Jadi pas gue asyik-asyiknya milih gorengan, cowok gue asyik makan gorengan githu. Pas gorengannya abis dia bilang, Say, loe sayang nggak sih sama gue? Gue kaget donk ngapain dia nanyain itu pas gue asyik milih gorengan. Emang kenapa sih? Loe aneh-aneh aja, masa nanyain itu di tempat jualan gorengan gini? Dia diem sebentar trus bilang, Kalo loe sayang, loe mau kan married ma gue? Please donk dia ngomong itu di depan penjual gorengannya. Penjualnya sih senyum-senyum githu. Nggak habis pikir kali dia. Astaganaga!!” Kami berenam ketawa ngakak. Jadi ini yang dia bilang nggak biasa terus situasinya juga sama sekali nggak romantis? Hehehh.. Itu cerita sahabat kami Ara, sobat kami yang aku ingat ngebet banget belajar dandan karena nyadar dirinya ‘cowok’ banget.

“Gue sih kebalikannya dari elo Ra..Semuanya harus benar-benar disiapin. Gue pengen momentnya benar-benar romantis. Kalo gue nggak punya kisah cinta sefenomenal Romeo en Juliet, Tristan en Isolde atau Rama en Sinta. Seenggaknya gue punya cerita lamaran yang bener-bener nggak bisa dilupain. Jadi, ceritanya gue sama cowok gue weekend githu ke Puncak..”

“Ke tempat kita dulu ya..kebon teh gituh, tempat kita kemaren makan nasi goreng, makan singkong rebus trus minum bandrex abis pulang melancong dari Taman Bunga Nusantara? Eh sekalian aja bux, loe ajakin cowok loe niup-niup udara dari mulut kaya yang kita lakuin dulu. Jadi udaranya bisa keliatan saking dinginnya. Hihi..” timpal aku sambil bernostalgia.

“Bukan tempat githu kali, ditempat itu kan nggak ada musiknya. Yang gue pengen kami berdua ke Puncak, terserah dah disitu ada kebon teh atau kagak. Terus kami sengaja datang sore biar bisa ngeliat Sunset, malemnya bisa ngeliat bintang yang banyak banget. Jadi dari tempat itu juga bisa terdengar lagu-lagu romantis favoritnya kita berdua kayak “If You’re Not The One” nya Daniel Bedingfield atau “You’Re Still the One” nya Shania Twain. Terus pas gue lagi serius-seriusnya liatin bintang tiba-tiba dia ngeluarin sesuatu dari balik jaketnya. Setangkai Mawar merah yang seger banget. Gak tau deh gue, cara dia nyimpannya gimana, bisa-bisanya nggak lecek disimpan dibalik jaket. Ini buat kamu, warnanya bisa semerah ini buat ngewakilin warna hati aku yang segar karena udah jatuh cinta sama kamu. Wuahh..gua terharu githu deh, hampir aja gue nangis. Ternyata lum selesai sampai disitu. Dia ngeluarin sesuatu dari balik jaketnya, terus membimbing sesuatu ke jari manis gue. Akhirnya dia bilang, menikahlah denganku.” Kembali kami screaming, yah seperti biasa kalo tahu ceritanya akhirnya Happy Ending. Cerita tadi adalah ceritanya Yuni, sobat kami yang terkenal paling melankolis, sering nangis bombai kalo nonton film atau baca novel yang sedih-sedih.

“Sekarang gue yahh..gue tuh pengen momentnya di sela-sela aktifitas gue sebagai wanita karir yang berkantor di gedung lantai ke- 13. Jadi ceritanya gue lagi asyik melototin monitor computer yang memperlihatkan laporan keuangan yang ribet banget. Terus meja gue kan dekat kaca jendela githu. Tiba-tiba aja gue ngedenger suara yang familier buat gue nyanyi “If You’re Not The One” Daniel Badingfield dari speaker. Gue bingung donk ada apa, terus gue denger nama lengkap gue dipanggil en kemudian nyuruh gue turun ke lantai 1 trus keluar gedung. Gue penasaran banget, gue turun aja. Belom selesai kekagetan gue, tiba-tiba ada  banyak balon warna-warni terbang  disertai spanduk bertuliskan “WOULD YOU MARRY ME!”. Wuahh..senang luar biasa, kejutannya belum sapai disitu, cowok gue ngajak gue ke café, pas masuk koq gue denger suara Daniel Bedingfield. Astaganaga, beneran itu suaranya dia asli, orangnya yang asli ada disana. Loe bisa bayangin hepinya gue? Bedingfield gue ada di saat cowok gue ngelamar gue? Loe bayangin kan? Saat itu juga cowok gue ngelamar gue langsung dengan suaranya dia.” Dasar..Ana Bedingfield. Semuanya nggak jauh-jauh dari Bedingfield. Untung aja dia nggak cerita kalo dia akhirnya married dengan Daniel Bedingfield. Bisa pingsan gue! Hahah.

Setelah semua sahabatku selesai bercerita mereka ngeliatin aku.

“Trus cerita dari loe gimana Ser, dari tadi kita cerita, loe cuma ikut-ikutan screaming doang?” Ara nyeletuk. Sudah aku duga, mereka pasti berharap aku juga punya cerita fantastis sama seperti mereka.

“Gue bingung, abisnya cerita yang gue pengen udah pada kalian ambil semua. Secara, gue suka kopi, gue pengen juga diantar/jemput cowok gue walopun sesekali, trus gue suka gorengan en pengen juga sesekali ke Puncak. Trus gue kan ngefans sama Daniel Bedingfield juga? Nah..gimana coba?”

“Yah..masa loe nggak punya cerita lain yang loe pengen banget. Gue yakin loe pasti punya deh..” Yuni nimpalin. Akhirnya gue diem lama banget.

“Punya sih…tapi gue yakin nehi banget dehh..Jadi gue ini suka banget suasana hujan. Tapi bukan hujan yang bikin banjir. Gue suka hujan yang merembes pelan membasahi kaca jendela kamar gue, yang tetesannya kelihatan sperti kristal en menetes satu persatu. Terus menghadirkan aroma segar karena udah ngebasahin tanaman yang tadi hampir layu. Jadi bisa loe bayangin suasananya juga syahdu en sejuk githu kan? Gue akan minum secangkir coklat  panas, tidur-tiduran di sofa atau di tempat tidur gue yang empuk sambil nonton DVD “Serendipity” atau “Lake House” atau bisa juga sambil baca Novel dan komik. Hindarin Novel n Komik action, horror n detektif. Karena gue yakin bakalan nyiptain efek yang beda. Oh ya lupa saat itu gue dengerin lagu “Beautiful Girl” nya Jose Mari Chan”

“Terus cerita lamarannya mana, dari tadi loe cuma certain diri loe sendiri deh!” protes Ana gak sabar.

“Nih, gue mau cerita, makanya dengerin! Jadi karena baca novel, gue terhanyut githu deh ditambah lagi dengan suasananya yang mengharu biru. Komplit!! Pas lagi asyik-asyiknya, gue dengar pintu rumah gue diketuk.”

“Trus…!” mereka penasaran.

“Gue turun dari tempat tidur en ngeletakin novel yang tadi gue baca. Trus berjalan ke arah pintu. Tanpa tergesa-gesa pintu itu gue buka dan…”

“Dan apa…siapa orang yang di depan pintu loe?”

“Disana ada sosok cowok yang basah kuyup ngebelakangin gue namun tiba-tiba berbalik, gue bisa liat air hujan menetesi wajahnya yang lelah. Lelah karena gue tahu dia baru pulang dari perjalanannya yang jauh. Dia senyum ke arah gue, en gue balas senyumnya dia karena gue tahu gue terkejut banget en nggak nyangka dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu. Iya donk, gue senang karena dia akhirnya pulang buat gue.”

“Darimana loe tahu dia pulang buat loe, sementara kalian kan belum ngomong sepatah kata pun??!” celetuk Erin gemas.

“Gue bilang kalo dia pulang buat gue karena sebelumnya dia udah bilang, hari ini aku memutuskan untuk pulang, nggak peduli hujan es atau badai tornado menghadang atau tsunami sekalipun. Aku punya banyak pilihan tapi Tuhan udah nunjukin kalo rumah ini yang jadi rumah terakhirku di dunia. Jadi, kamu mau kan ada untuk aku selamanya? Would you marry me? Dia bilang itu sambil nunjukin cincin dengan tangannya yang gemetar diiringin lagu ‘When I See You Smile’nya Bad English yang mengalun pelan.” Huuhhh..Mereka neriakin aku deh. Aku menyelesaikan ceritaku yang lumayan panjang daripada mereka semua. Ya iyalah, secara aku yang punya cerita. Hehehh..

 

Seperti biasanya kami screaming abiss..tersenyum bahagia setelah mendengarkan kisah masing-masing yang akhirnya Live Happily Ever After. Habis acara sharing yang mengharukan itu kami menyeruput kopi kami yang terakhir. Belum berakhir, karena kami kan bercerita lagi, sharing lagi begitu setrusnya menghabiskan malam dan menyambut pagi. Kami nggak perlu kuatir karena kami tinggal bareng, jauh dari orangtua apalagi cowok. Jadi mereka semua nggak bakal tahu kalo semua kegiatan kami. Ber ‘Pajamas Party’ (pakai piyama yang kita beli bareng ituh! En mas penjualnya repot banget nyari enam piyama dengan model dan motif sama) dan ‘Marleng’ ria (pake kartu remi gue tuh yang jauh-jauh bawa dari Balige sono!) dengan taruhan  yang kalah pakai helm pinjeman atau dicorengin wajahnya dengan lipstick Oriflame. Keuntungan lain yang kami dapat adalah, kami bisa ngelakuin hal itu sambil ngeronda, kostan kami jadi bebas maling. Juga bebas dari ketakutan akan hantu (sosok berpakaian putih yang demen nongkrong di tangga jemuran), karena suara kami yang cekikikan ajah ngalah-ngalahin suara hantu. Nggak kan ada yang kerasukan karena kalau kami mencium gelagat aneh akan kami tengking dengan menyerukan “In Jesus Name!” (Sorry God, kegiatan kami kan positif?!) kami baru tidur kalau udah sepakat. Jarang-jarang kan kami ngumpul bareng seperti ini. dan kalo kami udah pada lulus kuliah en nyari jalannya masing-masing nggak kan bisa kaya gini lagi. Apalagi jaraknya benar-benar jauh, lintas pulau. Hikkzz. L

 

Jadi Friends..kisah itu adalah sebagian dari perjalanan yang sudah kita alamin dan impikan bersama-sama. Nggak peduli kita akan dipisahkan oleh ruang dan waktu, gunung-gunung tinggi, lembah-lembah terjal, ratusan aliran sungai dan jarak yang bermil-mil jauhnya, persahabatan kita kan terjaga selamanya. Itu kenangan yang udah kita tinggalin, kenangan lain sedang menunggu kita di suatu tempat. Dan seperti harapanku..(wish ku pas ULTAH n bintang jatuh), we’re finally live happily ever after. N kalo suatu saat kalian bersedih karena “Suatu sebab yang tidak diketahui namanya itu” nyakitin hati kalian n makes you cry, ingatlah saat-saat en kenangan yang udah kita lewatin bersama. It’ll make u laugh n smile beib…

 

Demikian kisah dari persahabatan, mengenai nasibku di pesta nikahannya teman sepupuku itu…I found nothing!! Apaan kali, aku nggak sempat flirting-flirting, justru aku pengen banget pulang en tidur. Siapa tahu kan pada perjalanan pulang aku ketemu seseorang? Tapi ternyata, nggak ada siapa-siapa. Ada sih tukang parkir, tapi please donk!!

Someone itu mungkin akan aku temuin di kisah lainnya dan harusnya aku nggak perlu repot berpikir seperti apa kisahnya. Karena apa yang nggak pernah kita bayangin justru lebih seru. J

 

                                                            _FIN_

 

(For: Pupuy, Corihe, Echadut, Merhe n Debzter, proud 2 b ur fran!)

 

Posted by Sera in 10:03:20 | Permalink | No Comments »